HTML,BODY{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/guitarmulti.gif"), auto;}
Tak peduli seburuk apapun masa lalumu, cintai dirimu. Hari ini kamu bisa memulai yg baru. Beri yg terbaik tuk masa depanmu.

Kamis, 17 Mei 2012

PERDARAHAN PERVAGINAM


BAB 1
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
          Tidak sedikit wanita hamil mengalami perdarahan.  Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan (trimester pertama), tengah trimester ( trimester kedu ),atau bahkan pada masa kehamilan tua (trimester ketiga).perdarahan pada kehamilan merupakan keadaan yang tidak normal sehingga harus di waspadai. Ada beberapa penyebab perdarahan yang  dialami wanita hamil .setiap kasus muncul dalam fase tertentu .
Ibu hamil yang mengalami  perdarahan perlu segera di periksa untuk mengetahui agar bisa di lakukan solusi medis yang tepat untuk menyelamatken kehamilan. Adakalanya kehamilan bisa di selamatkan ,namun tidak jarang yang gagal. Pemeriksaan yang di lakukan meliputi pemeriksaan kandungan di sertai dengan pengajuan bebrapa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan terjadinya perdarahan. Bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonographi atau USG dan pemeriksaan laboratorium.

B.     TUJUAN
Membantu pembaca untuk lebih memahami materi tentang pengertian, penyebab dan cara mengatasi perdarahan pada kehamilan lanjut adalah tujuan dari penyusunan makalah ini.








BAB II
PEMBAHASAN
DEFINISI
Perdarahan  pada kehamilan sendiri berarti perdarahan melalui vagina yang terjadi pada masa kehamilan ,bukan pendarahan dari organ atau sistem lainnya .
Pendarahan pada kehamilan adalah masalah yang cukup serius terjadi pada masyarakat  indonesia yang mengakibatkan mortalitas yang cukup tinggi pada ibu-ibu di indonesia. Pendarahan pada kehamilan sendiri sebenarnya dapat di kelompokkan menjadi beberapa kelompok yang selanjutnya akan memudahkan kita untuk mengetahui penyebab dan mencari solusi atau penatalaksanaan dari perdarahan tersebaut.
            Pengelompokan perdarahan pada kehamilan tersebut yang cukup praktis adalah :
1.      Perdarahan pada kehamilan muda
2.      Perdarahan sebelum melahirkan (antepartum hemoragik)
3.      Perdarahan setelah melahirkan (post partum hemoragik)
Pada makalah ini secara spesifik akan di bahas mengenai perdarahan pada kehamilan lanjut. Sebelum kita membahas perdarahan pda kehamilan ,tentu saja kita harus mengetahui batasan apa yang termasuk pada kehamilan lanjut. Berikut adalah prinsip deteksi dini dalam kehamilan lanjut.
  • Pinsip deteksi dini dalam kehamilan lanjut adalah sbb:
A.    Perdarahan pervagina
Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah merah,banyak,dan kadang-kadang tapi tidak selalu ,di sertai dengan rasa nyeri .
Jika bidan menemukan ibu hamil dengan keluhan perdarahan pervgainam maka :
  • Tanyakan pada ibu karakteristik perdarahannya ,kapan mulai ,seberapa banyak ,apa warnanya ,adakah gumpalan ,dll.
  • Tanyakan pada ibu apakah ia merasakan nyeri /sakit ketika mengalami pendarahan tersebut.
  •  Selanjutnya dapat di lakukan pemeriksaan untuk memngetahui penyebab dari perdarahan terebut .

Perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut di sebut juga dengan perdarhan antepartum /haemorrhage antepartum (HAP)yaitu perdarahan dari jalan lahir setelah kehamilan 22minggu dan adapun frekuensi HAP adalah 3%dari semua persalinan .
JENIS –JENIS PERDARAHAN ANTEPARTUM
  1. PLASENTA PREVIA
Adalah plasenta yang berimplantasi rendah sehingga menutupi sebagian / seluruh ostium uteri internum. (implantasi plasenta yang normal adalah pada dinding depan ,dinding belakang rahim atau di daerah fundus uteri ).
Ø  Gejala-gejala
1.      Gejala yang penting adalah perdarahan tanpa nyeri ,bisa terjadi tiba-tiba dan kapan saja
2.      Bagian terendah anak sangat tinggi karena plasenta terletak pada bagian bawah rahim sehingga bagian terendah tidak dapat mendekati pintu atas panggul
3.      Pada plasenta previa ,ukuran panjang rahim berkurang maka pada plasenta previa lebih sering disertai kelainan letak.
Ø  Deteksi dini
1.      Pengumpulan data
a.       Tanyakan  pada ibu tentang karakteristik perdarahannya ,kapan mulai ,seberapa banyak ,apa warnanya ,adakah gumpalan ,dll
b.      Anemnesis perdahan tanpa keluhan ,perdarahan berulang
2.      Pemeriksaan fisik
a.       Periksa TD, suhu , nadi, dan DJJ
b.      Jangan melakukan pemeriksaan dalam dan pemasangan tampon ,karena hanya akan menimbulka perdarahan yang berbahaya dan menambah kemungkinan infeksi.
c.       Lakukan pemeriksaan luar (eksternal), rasakan apakah perut bagian bawah lembut pada perabaan
d.      Pemeriksaan inspekulo di lakukan secara hati-hati ,dapat menentukan sumber perdarahan berasal dari kanalis servikalis atau sumber lain seperti varices yang pecah


e.       Inspeksi
1.      Adanya perdarahan pervaginam dengan jumlah banyak atau sedikit dan berwarna merah segar
2.      Jika perdarahan banyak ,ibu akan tampak pucat
f.       Palpasi abdomen
1.      Janin  sering dalam keadaan belum cukup bulan ,sehingga TFU masih rendah
2.      Sering di jumpai kesalahan letak janin (sungsang ,lintang )
3.      Bagian terbawah janin belum turun ,jika presentasi kepala ,biasanya masih dapat di goyangakan .
g.      Pemeriksaan USG
1.      Diagnosis plasenta previa dapat di tegakkan dengan pemeriksaan ultrasonografi(USG).penggunaan USG transabdominal memiliki ketepatan diagnosisnya mencapai 95-98%.
2.      Pemeriksaan USG dapat menentukan implantasi plasenta dan jarak tepi plasenta terhadao ostium
h.      Pemeriksaan dalam
Pemeriksaan ini merupakan teknik yang paling jelas dalam menegakkan diagnosis plasenta previa ,namun bahayanya juga palling besar. Bahay pemeriksaan dalam pada plasenta previa antara lain ,yaitu dapat menyebabkan perdarahan yang hebat ,dapat menimbulkan infeksi ,fdan merangsang his (kontraksi rahim)yang akan memicu terjadinya partus premtur
Tehnik dan persiapan pemeriksaan dalam adalah sbb:
1.      Pasang infus dan siapkan donor darah
2.      Pemeriksaan di lakukan di kamar bedah dengan fasilitas yang lengkap,jika memungkinkan .
3.      Pemeriksan di lakukan dengan hati-hati dan lembut
4.      Jangan langsung masuk dalam kanalis servikalis ,tetapi raba dulu bantalan antara jari dan kepala janin pada forniks anterior dan posterior
5.      Bila ada bekuan darah di dalam vagina ,keluarkan secara pelan-pelan dan sedikit deemi sedikit .
Kegunaan pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum adalah untuk menegakkan diagnosis mengenai penyebab perdarahan (apakah dikarenakan oleh plasenta previa atau atau oleh sebab lain )serta menentukan jenis klasifikasi plasenta previa agar dapat di ambil secara tepat .
Indikasi pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum adalah sbb:
1.      Perdarahan yang banyak (lebih dari 500cc)
2.      Perdarahan yang berulang –ulang
3.      Perdarahan sekali ,banyak dan Hb kurang dari 8gram %,kecuali jika terdapat persediaan darah dan keadaan sosial ekonomi pasien baik.
4.      Ibu sudah mulai mengalami his dan janin telah memungkinkan untuk hidup di luar uterus .
Ø  Klasifikasi
Belum ada kata sepakat di kalangan para ahli mengenai klasifikasi plasenta previa ,di karenakan keadaan yang yang berubah-ubah seiring dengan bertambahnya usia kehamilan (besarnya uterus). Misalnya pada bulan ketujuh masuk dalam klasifikasi plasenta previa totalis ,namun pada akhir kehamilan berubah menjadi plasenta previa lateralis. Ada beberapa ahli yang menganjurkan untuk menemenegakkan diagnosis yang sesuai dengan keadaan saat di periksa (momnent opname)
              Menurt de snoo ,diagnosis plasenta previa di tegakkan berdasarkan pada pembukaan 4-5cm ,dan jika dikombinasikan dari pendapat beberapa ahli kebidanan di amerika ,maka di tetapkan tiga klasifikasi plasenta previa yaitu sbb:
  • Plasenta previa totalis (sentralis):seluruh ostium di tutupi plasenta .
  • Plasenta previa parsialis (lateralis):sebagian ostium di tutupi plasenta
  • Plasenta letak rendah (marginalis):tepi plasenta berada3-4cm di atas pinggir pembukaan ,pada pemeriksaan dalam tidak teraba


2.SOLUTIO PLASENTA
            Adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya .secara normal plasenta terlepas setelah anak lahir. Dan biasanya di hitung usia kehamilan lebih darin 28 minggu
a)      Tanda dan gejala
a.       Darah  dari temapat pelepasan keluar dari serviks dan terjadilah perdarahan keluar tau perdarhan tampak
b.      Kadang-kadang darah tidak keluar ,terkumpul di belakng plasenta .(perdarahan tersembunyi /perdarahan kedalam )
c.       Solutio plasenta dengan perdarahan tersembunyi menimbulkan tanda yang lebih has (rahim keras seperti papan) karena seluruh perdarahan tertahan di dalam. Umumnya berbahaya karena jumlah perdarahan yang keluar tidak sesuai dengan beratnya syok.
d.      Perdarahan di sertai nyeri,juga di luar his .karena isi rahim
e.       Nyeri abdomen pada saat di pegang
f.       Palpasi sulit di lakuakan
g.      Fundus uteri makin lama makin naik
h.      Buny jantung biasnya tidak ada
b)      Klasifikasi
Solusio plasenta menurut derajat lepasnya plasenta dibagi menjadi:
·         Solusio plasenta lateralis /parsialis
Bila hanya sebagian dari plasenta yang terlepas dari tempat perlekatannya
·         Solusio plasenta totalis
Bila seluruh bagian plasenta sudah terlepas dari perlekatannya
·         Prolapsus plasenta
Kadang-kadang plasenta ini turun ke bawah dan dapat teraba pada pemeriksaan dalam .
c.       Diagnosis dan gambaran klinis
·         Anemnesis
a.       Perasaan  sakit tiba-tiba di perut ,terkadang pasien dapat melokalisasi tempat sakit yang tepat dengan tempat terlepasnya plasenta
b.      Perdarahn pervagina yang sifatnya bisa hebat (jika solusi plasenta parsialis)atau perdarahan yang tidak banyak (solusio plasenta totalis)
c.       Pergerakan janin yang hebat kemudian melemah sampai dengan tidak bergerak lagi
d.      Kepala terasa pusing ,lemas,mual,muntah,pandangan mata berkunang-kunang ,ibu kelihatan anemis tetapi tidak sesuai dengan banyaknya darh yang keluar
e.       Kadang-kadangibu dapat menceritakan trauma dan faktor kausal yang lain
·         Inspeksi
1.      Pasien gelisah dan sering merintih sampai dengan mengerang karena kesakitan .
2.      Pucat,sianosis,dan keringat dingin
3.      Kelihatan darah keluar pevagina
·         Palpasi
1.      Fundus uteri tambah naik karen terbentuknya hematoma retroplasenter
2.      Uterus teraba tegang dan keras seperti papan
3.      Nyeri tekan terutama di tempat lepasnya plasenta
4.      Bagian-bagian janin susah di kenali karena uterus tegang seperti papan
·         Auskultasi
Sulit karena uterus tegang ,bila terdengar biasnya frekuensi di atas 140nkali permenit
·         Pemeriksaan dalam
a.       Serviks kadang telah membuka atau sebaliknya masih menutup
b.      Jika sudah membuka ,maka ketuban dapat teraba menonjol dan tegang baik sewaktu ada his ,maupun tidak ada his
c.       Jika ketuban sudah pecah,dan plasenta sudah terlepas seluruhnya plasenta ini akan turun ke bawah dan akan teraba pemeriksaan yang di sebut sebagai prolapsusu funikuli,keadaan ini kadang rancu dengan plasenta previa

·         Pemeriksaan umum
a.       Tekana darah semula tinggi karena biasanya pasien dengan solusio plasenta mempunyai tekanan darah yang tinggi,tetapi kemudian turun sampai akhirnya jatuh syok
b.      Pada pemeriksaan darah di dapati kadar Hb yang menurun.
·         Pemeriksaan plasenta
Dilakukan sesudah bayi lahir .plasenta tampak tipis dan cekung di bagian yang terlepas dan terdapat koagulum atau bekuan darah di belakang plasenta yang di sebut hematoma retroplasenter.
3.      GANGGUAN PEMBEKUAN DARAH
Koagolupati dapat menjadi penyebab dan akibat peradarahan dah akibat darah yang perdarahan yang hebat.
Catatan :pada banyak kasus kehilangan darah yang akut ,perkembangan dapat di cegah jika volumedarah di pulihkan segsera dengan pemberian cairan infu (NaCL atau RL)deteksi dini 
-          Pengumpulan data
Gambaran klinisnya bervariasi mulai dari peradarahan hebat  atau tanpa komplikasi trombosis ,sampai keadaan klinis stabil yang hanya terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium.







BAB III
KESIMPULAN
Pada kehamilan lanjut perdarahan yang tidak normal adalah merah,banyak,dan kadang-kadang tetapi tidak selalu di sertai dengan rasa nyeri dan Perdarahan pervagina pada kehamilan lanjut terjadi karena terjadinya plasenta previa,solutio plasenta ,dan pembekuan darah .
Saran
         Sebaiknya ibu hamil harus lebih mengetahui keluhan-keluhan yang dihadapinya selama proses kehamilan berlangsung, trutama keluhan seperti nyeri pada perut bagian bawah, karena nyeri tersebut bisa menyebabkan terjadinya pendarahan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan bagi setiap ibu hamil untuk sering berkonsultasi menanyakan tentang kehamilannya kepada dokter atau bidan.

   















DAFTAR PUSTAKA


·         Mittendorf,R,Williams,M.A.,Berkey,C.S.,et al.The Lenghth Of Uncomplicated Human Gestation.Obstet.Gynecol,1990
·         Sacher,R.A.,and McPherson,R.A.Widmann’s Clinical Interpretation Of Laboratory Tests,11th ed.Philadelphia,PA:E A.Davis,2000
·         Saifuddin,Bari A.Wiknjosastro,Gulardi,H.Biran Affandi.Waspodo Djoko.2006.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal.Edisi Pertama :Cetakan ke 11.Jakarta : Yayasan Bina Pustaka SarwonoPrawirohardjo,2006
·         http://checool.blogspot.com (Diakses 11 Juli 2010)
·         http://hidayat2.wordpress.com (Diakses 11 Juni 2010)
·         Prawirohardjo,sarwono,1999,ilmu kebidanan,Edisi 3, jakarta : YBP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar